<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3767221039395032467</id><updated>2011-04-21T12:07:10.440-07:00</updated><title type='text'>SMA pandan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://p5696.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3767221039395032467/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://p5696.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>just joke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04675162177147321176</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Vwj6H3RDnv0/SOdCtckB2QI/AAAAAAAAAAM/_o2zrFp8A-c/S220/1_952390978l.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3767221039395032467.post-1786268140725047666</id><published>2008-10-14T01:20:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T01:21:10.688-07:00</updated><title type='text'>Tape sebagai Bumbu Masak</title><content type='html'>&lt;div class="bodytext" id="item_body" author="kulinerkita" author_possessive="kulinerkita's"&gt;Belum lama ini saya berhasil menguak rahasia cara memasak salah satu masakan  kegemaran saya, yaitu gurame kuah sayur asin. Sudah puluhan tahun saya jadi  pelanggan sajian yang satu ini di RM "Taman Sari", Sindanglaya, dekat Cipanas,  Jawa Barat. Ikan guramenya digoreng kering, lalu dimasukkan ke dalam kuah sawi  asin yang berwarna keputihan dan lembut citarasa gurihnya. Kalau kebetulan hanya  sendiri atau berdua, saya memesan gurame kuah dan ayam jahe (dikenal juga dengan  nama pek cam ke - ayam kukus yang ditaburi jahe dan bawang putih&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt; goreng kering). Dua sajian sede&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;rhana yang sangat ciamik citarasanya. Kalau sedang  beramai-ramai, ada kodok batu cah sayur asin dan kakap tahu tausi yang juga  yahud di situ.&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignright" style="width: 175px; height: 153px;" src="http://images.kulinerkita.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/Rr0eTQoKCmgAAES9B8c1/natto.jpg?et=uORxp6GnRgJcODRLMt7jag" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja saya tidak pernah punya keberanian untuk  menanyakan resep mas&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;aka&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;n kesukaan itu di RM "Taman Sari". Saya pikir, kalau  saya tahu cara memasaknya, nanti malah saya&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;  akan menjadi bosan sendiri. Tetapi, ketika shooting Wisata Kuliner di Bandung,  saya minta pemilik RM "Rama 23" men-demo-kan cara memasak sajian itu. Jalan Rama  adalah&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt; Chinatown kedua di Bandung setelah Jalan  Cibadak, dan sejak lama menyimpan kekayaan kuliner yang sangat khas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya  sendiri sebetulnya tidak memanfaatkan momen untuk "menjebak" si pemilik  mengungkap rahasia dapurnya. Tetapi, dia sendiri rupanya yang dengan sangat  generous menjelaskan semuanya secara terbuka. Ternyata, kuncinya adalah pada  penggunaan tape ketan hitam untuk&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt; menciptakan  rasa asam-manis yang sangat khas. Tone tipis tape ketan hita&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;m itu memberi balans yang cantik terhadap rasa  asam-asin dari sayur asin. Di samping itu, ragi hidup yang masih terkandung  dalam tape juga menciptakan aroma harum yang mengagumkan.  Eureka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan bumbu masak hasil fermentasi memang cukup luas dikenal  dal&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;am berbagai gagrak kulin&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://images.kulinerkita.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/Rr0efQoKCmgAAEVPUhk1/Budu%20Cincalok.jpg?et=R3fsV58R1m3a1VDBo3DuCw" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;er dunia. Dalam cara masak stir fry Tionghoa, banyak sekali  digunakan arak (fermentasi nasi, ketan, atau buah) sebagai bumbu penyedap. Yang  paling sering dipergunakan adalah angciu. Selain hadir di berbagai jenis  masakan, angciu juga banyak dipakai dalam obat-obatan ramuan  Tionghoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak restoran Tionghoa kini menggunakan bumbu penyedap yang  disebut Raja Ra&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;sa. Beberapa jurumasak menyebut  Raja Rasa ini sebagai arak, tetapi sebetulnya ia bukan arak. Ia adalah hasil  fermentasi dari berbagai bahan dasar. Dan, tentu saja, dengan derajat yang  berbeda-beda, hasil fermentasi memang memiliki kandungan alkohol.&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fermentasi adalah &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;sebuah reaksi biokimia terhadap sel-sel dalam kondisi  anaerobik. Khusus dalam hal makanan dan minuman, fermentasi berarti konversi  gula atau karbohidrat menjadi asam atau alkohol. Pembuatan wine dan bir,  misalnya, dilakukan melalui proses fermentasi. Bahkan teh yang kita kenal  sebagai minuman non-alkohol pun diproses secara fermentasi untuk melepaskan  berbagai bahan kimia yang dikandung daun teh.&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Teknik fermentasi yang dilakukan untuk  memproduksi wine dikenal setidaknya 10.000 tahun yang silam. Ketika itu orang  mulai mengenal bahwa evolusi karbondioksida dalam bahan pangan dapat menimbulkan  busa dan tingkat keasaman atau alkohol yang justru meng&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;awetkan makanan. Pengetahuan dasar inilah yang kini  dipakai di negara-negara terbelakang untuk meningkatkan food safety. Karena  bahan pangan mudah membusuk, maka dipakailah cara fermentasi sederhana dengan  menggunakan asam laktat untuk&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt; memperpanjang  usia (shelf life) bahan makanan dan minuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa lalu, ketika teknik  pendinginan dan pembekuan belum dikenal, kebanyakan makanan diawetkan dengan  pro&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;ses fermentasi. Yoghurt dan keju adalah  contoh yang paling jelas, yaitu penggunaan asam laktat untuk memproses susu agar  tahan lama. Di Sumatra Barat, kita juga mengenal dadiah - susu yang diasamkan.  Roti juga dibuat dengan bahan fermentasi. Di Indonesia, proses koagulasi  (pengentalan) tahu juga memakai biang tahu yang difermentasi. Di Jerman,  sauerkraut mereka yang terkenal adalah hasil fermentasi kol atau ku&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;bis. Seperti juga di Korea dilakukan fermentasi  terhadap sawi untuk menghasilkan kimchi.&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terasi dan petis adalah bumbu masak khas  Indonesia yang sangat populer dan merupakan produk fermentasi. Jenis petis  lainnya - seperti cincalok atau mencalok - bahkan lebih menonjol rasa  fermentasinya. Produk-produk ini adalah hasil fermentasi ikan, udang, maupun  sisa-sisanya. Saya bahkan baru tahu bahwa sebenarnya peda (ikan asin) juga  dihasilkan dengan proses fermentasi.&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignright" style="width: 158px; height: 206px;" src="http://images.kulinerkita.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/Rr0d8woKCmgAADYIJHw1/tauco.jpg?et=xRExjmi1XbuCI5DOPLqezg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kecap, tauco, dan tausi adalah produk-produk fermentasi dari  kedelai yang banyak&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt; dipakai sebagai bumbu  masak. Soto Pekalongan (tauto) menjadi lebih sedap karena tauco - jauh lebih  gurih dibanding sop t&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;auco Jepang yang disebut  miso shiru. Menu favorit saya adalah kakap tahu tausi. Fillet daging kakap dan  irisan tahu digoreng, kemudian ditumis dengan bumbu tausi. Alamaaak,  nikmatnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fermentasi lanjutan juga terjadi pada berbagai produk kedelai.  Berbagai masakan Jawa memakai tempe busuk atau tempe semangit (setengah busuk)  sebagai bumbu masak. Tempe send&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;iri dibuat  dengan proses peragian, kemudian proses ini dibiarkan berlanjut. Sambal tumpang  dan sayur bobor adalah dua jenis masakan gurih yang wajib mengguna&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;kan tempe semangit atau tempe busuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahu yang  difermentasikan lanjut juga banyak dipakai sebagai bumbu masak atau kondimen.  Pernah makan bubur ayam yang memakai tahu busuk dengan citarasa asin? Di Taiwan  juga populer - khususnya di musim dingin - menu dari tahu busuk yang disebut cho  tofu. Dari jarak 50 meter pun kita sudah dapat mendeteksi di mana penjual cho  tofu ini. Sekalipun ingin mencicipi, teman&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignleft" style="width: 187px; height: 127px;" src="http://images.kulinerkita.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/Rr0dhwoKCmgAADiGAYM1/yoghurt.jpg?et=w0HM1UgawkDaj12Ot8bZrw" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;-teman Muslim sebaiknya tidak menyentuh sajian ini. Soalnya,  kebanyakan disajikan dengan darah babi yang sudah dikentalkan. Ada juga yang  memakai darah bebek untuk membuatnya lebih anyir lagi. Yucky!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jepang  ada semacam tempe busuk yang disebut natto. Rasa dan aromanya sangat tajam.  Mirip keju dalam konsistensi dan aroma. Sekalipun saya cukup dapat  meng-apresiasi natto, tetapi&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt; tetap saja saya  heran mengapa orang Jepang begitu gemar makan natto yang benar-benar busuk ini.  Tetapi, bila benar-benar saya tanyakan, jawab mereka justru pertanyaan lain:  "Mengapa orang Perancis suka keju busuk seperti roquefort?" &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;Hayyyaaah ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuka adalah contoh lain dari  bumbu masak yang dihasilkan dari proses peragian. Dalam kuliner Barat, cuka yang  banyak dipakai adalah wine vinegar, yaitu fermentasi lanjutan dari wine (anggur)  dengan menambahkan bakteri asam. Cuka sendiri juga dipakai untuk melakukan  fermentasi terhadap berbagai bahan makanan. Acar (pickles) dari berbagai bahan  pangan diproses dengan cuka. Seperti juga sauerkraut dan kimchi yang sudah  disebut terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Palembang, bumbu masak yang disukai adalah tempoyak  - hasil fermentasi durian. Daging buah&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt; durian  yang sudah masak dipisahkan dari bijinya, dimasukkan di dalam top&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignright" style="width: 195px; height: 146px;" src="http://images.kulinerkita.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/Rr0dKwoKCmgAAC9RvQ81/Tempoyak.jpg?et=ezT42QRmiuORaoAxQXoDvg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;les, kemudian dibiarkan selama tiga hari. Sambal tempoyak adalah  kondimen yang paling populer di Palembang. Ikan patin pun paling enak dipepes  dengan tempoyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga pernah dengar bahwa Unilever belakangan ini  memproduksi bumbu penyedap non-MSG yang dihasilkan dari fermentasi ikan mas dan  nenas. Bumbu penyedap yang satu ini memang terbukti dapat meningkatkan citarasa  berbagai masakan. Barangkali hampir seperti penggunaan kecap ikan (fish sauce)  di Thailand yang bahkan telah menggantikan posisi garam sebagai bumbu utama  masakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm, ngomong tentang fermentasi saja kok jadi berkepanjangan,  ya? Alangkah kayanya ragam&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt; makanan  dunia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bondan  Winarno&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;SUARA PEMBARUAN DAILY&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignleft" style="width: 71px; height: 89px;" src="http://images.kulinerkita.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/Rr0czAoKCmgAACpiijY1/bondan.gif?et=S5jUQGriggJed7m2c6E4RA" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://images.multiply.com/common/dot_clear.gif" width="1" height="1" /&gt; &lt;div class="relatedlinks"&gt; &lt;div class="taglinks"&gt;&lt;b&gt;Tags:&lt;/b&gt; &lt;a href="/tag/tape" rel="tag"&gt;tape&lt;/a&gt;, &lt;a href="/tag/peuyeum" rel="tag"&gt;peuyeum&lt;/a&gt;, &lt;a href="/tag/fermentasi" rel="tag"&gt;fermentasi&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="prevnextlinks"&gt;&lt;b&gt;Prev:&lt;/b&gt; &lt;a href="/reviews/item/32"&gt;Bakpao&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Next:&lt;/b&gt; &lt;a href="/reviews/item/34"&gt;Roti Jepang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3767221039395032467-1786268140725047666?l=p5696.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://p5696.blogspot.com/feeds/1786268140725047666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3767221039395032467&amp;postID=1786268140725047666' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3767221039395032467/posts/default/1786268140725047666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3767221039395032467/posts/default/1786268140725047666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://p5696.blogspot.com/2008/10/tape-sebagai-bumbu-masak.html' title='Tape sebagai Bumbu Masak'/><author><name>just joke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04675162177147321176</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Vwj6H3RDnv0/SOdCtckB2QI/AAAAAAAAAAM/_o2zrFp8A-c/S220/1_952390978l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3767221039395032467.post-3934734226852697669</id><published>2008-10-14T01:10:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T01:12:23.459-07:00</updated><title type='text'>Bakteri Laktat, Pengawet Sayuran Penghambat Kolesterol</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TRAGEDI&lt;/span&gt; berulang setiap panen raya  sayuran. Produk yang bertumpuk tidak semuanya terjual atau harganya jatuh. Hal  ini terus berlangsung di sentra-sentra pertanian sayuran di Jawa Tengah  (Magelang, Dieng, Ambarawa), maupun di tempat-tempat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada  berbagai teknik pengawetan agar sayuran tidak membusuk. Salah satu teknik  pengolahan sayuran adalah dengan mengawetkannya menjadi asinan atau sejenisnya.  Bahkan pengolahan sayuran dengan teknologi fermentasi bukan hanya berfungsi  sebagai pengawet sumber makanan, tetapi juga berkhasiat bagi kesehatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen Kesehatan di Amerika Serikat beserta instansi terkait pernah  gencar mengingatkan masyarakat pengonsumsi daging sapi dari salah satu negara  bagiannya yang ternyata tercemar bakteri fekal. Kalau termakan, konsumennya akan  muntah-muntah, diare, atau muntaber. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak fermentasi bakteri laktat  pada bahan pangan akan menyebabkan nilai pH pangan turun di bawah 5.0 sehingga  dapat menghambat pertumbuhan bakteri fekal. Lactobacillus juga menghasilkan  lactobacillin (laktobasilin), yaitu sejenis antibiotika serta senyawa lain yang  berkemampuan menontaktifkan reaksi kimia yang dihasilkan oleh bakteri fekal di  dalam tubuh manusia dan bahkan mematikannya. Dengan demikian, bahaya bakteri  fekal bisa dinetralkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Umum  Disantap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa contoh jenis makanan mungkin bukan saja sudah  dikenal di masyarakat kita, tetapi malah sudah umum disantap. Sebut saja asinan,  sauerkrat, kimchi dan acar (terbuat dari sayuran). Ada juga yang terbuat dari  susu, berupa yoghurt, keju, butter, kefir dan susu asam. Sedangkan yang terbuat  dari biji serealia seperti beras, jagung, dan sebagainya adalah idli dari India,  pui dari Hawaii, pulque dari Meksiko, dan chicha dari Brasil. Bisa disimpulkan,  hampir di setiap tempat dan negara selalu ada jenis makanan dan minuman yang  merupakan hasil fermentasi laktat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis bakteri laktat yang terlibat  langsung pada pembuatan makanan dan minuman fermentasi adalah Lactobacillus  acidophilus, L fermentum, L casei, dan L lactis. Di beberapa kawasan Indonesia,  tanpa disadari makanan hasil fermentasi laktat telah lama menjadi bagian di  dalam menu makanan sehari-hari. Yang paling terkenal tentu saja adalah asinan  sayuran dan buah-buahan. Bahkan selama pembuatan kecap, tauco, serta terasi,  bakteri laktat banyak dilibatkan. Bekasam atau bekacem dari Sumatera bagian  Selatan, yaitu ikan awetan dengan cara fermentasi bakteri laktat, bukan saja  merupakan makanan tradisional yang digemari, tetapi juga menjadi contoh  pengawetan secara biologis yang luas penggunaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, cara  pembuatannya sangat sederhana. Ikan-ikan yang sudah dibersihkan isi dan sisiknya  kemudian dicampur nasi serta disimpan pada tempat tertutup selama beberapa hari  atau minggu, hingga tercium bau asam. Maka setelah dibersihkan, ikan bisa tahan  lama hingga tahunan walau tekstur ikannya akan mengeras. Jadi, sebelum dimasak  harus direndam terlebih dahulu agar lunak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal serupa juga terjadi pada  pembuatan terasi. Terasi yang baik, seperti asal Cirebon yang terkenal dari  "rebon" (udang kecil) dan terasi Sidoarjo dari ikan, dibuat dengan menggunakan  ramuan bukan saja dari rebon dan ikan, tetapi juga sayuran. Maka, selama proses  pembuatannya, muncul bau asam yang berasal dari asam laktat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak  mengherankan bila dalam makanan awetan di atas terkandung senyawa bermanfaat  seperti laktobasilin. Bakteri laktat (lactobacillus) merupakan kelompok mikroba  dengan habitat dan lingkungan hidup sangat luas, baik di perairan (air tawar  ataupun laut), tanah, lumpur, maupun batuan. Bakteri ini juga menempel pada  jasad hidup lain seperti tanaman, hewan, serta manusia.&lt;br /&gt;Pada manusia,  sejumlah bakteri laktat ditemukan di usus, aliran darah, paru-paru, serta mulut.  Pada vagina yang merupakan organ reproduksi wanita, tercatat delapan jenis  bakteri laktat, antara lain Lacobacillus acidophilus, L fermentum, L brevis, L  casei, L leichmannii, L lactis, L salivarius, dan L cellobiosus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Vitamin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asam laktat yang dihasilkan  bakteri dengan nilai pH (keasaman) 3,4-4 cukup untuk menghambat sejumlah bakteri  perusak dan pembusuk bahan makanan dan minuman. Namun, selama proses fermentasi,  tidak hanya menghasilkan asam laktat dan laktobasilin. Dihasilkan pula senyawa  tertentu yang dapat meningkatkan nilai organoleptik makanan dan minuman,  termasuk rasa dan bau yang mengundang selera serta memperbaiki penampilan.  Bahkan sejak awal 1960-an telah dibuktikan oleh tim peneliti di lingkungan  Laboratorium Mikrobiologi ITB, selama pembuatan terasi ikan diproduksi sejumlah  vitamin, khususnya B-12.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian juga menunjukkan, laktobasilin yang  dihasilkan asam laktat membuat bakteri fekal tidak aktif.&lt;br /&gt;Proses pembentukan  kolesterol dan karsinogen (senyawa pemicu tumor) dimulai dari lemak yang akan  berubah menjadi asam empedu yang kemudian menjadi sederet enzim. Kemudian  mengubah prokarsinogen menjadi karsinogen, yang antara lain memicu kanker usus,  payudara, prostat, dan pankreas.&lt;br /&gt;Proses pembentukan asam empedu dari lemak  dirangsang oleh bakteri fekal atau bakteri coli yang berasal dari tinja atau  feses. Tetapi dengan adanya laktobasilin, maka bakteri fekal menjadi tidak aktif  sehingga proses perubahan lemak menjadi asam empedu juga terhenti. Senyawa lain  dari bakteri laktat adalah NI (not yet identified atau belum diketahui). Namun,  senyawa ini sudah diketahui perannya dalam menghambat pembentukan kolesterol. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NI bekerja menghambat enzim 3-hidroksi 3-metil glutaril reduktase yang  akan mengubah NADH menjadi asam nevalonat dan NAD. Dengan demikian, rangkaian  senyawa lain yang akan membentuk kolesterol juga terhambat. Karena itu bisa  dikatakan kalau kehadiran makanan dan minuman yang diasamkan secara alami dengan  fermentasi bakteri laktat, bisa membantu pengonsumsinya mencegah munculnya  kolesterol dan kanker. (13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Susiana Purwantisari, staf pengajar di  jurusan Biologi FMIPA Undip.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3767221039395032467-3934734226852697669?l=p5696.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://p5696.blogspot.com/feeds/3934734226852697669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3767221039395032467&amp;postID=3934734226852697669' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3767221039395032467/posts/default/3934734226852697669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3767221039395032467/posts/default/3934734226852697669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://p5696.blogspot.com/2008/10/bakteri-laktat-pengawet-sayuran.html' title='Bakteri Laktat, Pengawet Sayuran Penghambat Kolesterol'/><author><name>just joke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04675162177147321176</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Vwj6H3RDnv0/SOdCtckB2QI/AAAAAAAAAAM/_o2zrFp8A-c/S220/1_952390978l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
